FAHUM UIN SMH Banten dan FAHUM UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Seminar Nasional Bertema Revitalisasi Sejarah, Bahasa, dan Budaya Islam Nusantara

SERANG, 14 Oktober 2026 – Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bekerja sama dengan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Merawat Warisan, Membangun Peradaban: Revitalisasi Sejarah, Bahasa, dan Budaya Islam Nusantara di Era Global” pada Rabu, 14 Oktober 2026, bertempat di Aula Prof. K.H.M. Sjadzli Hasan, Lantai 1, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama akademik antara kedua fakultas sekaligus meningkatkan perhatian terhadap pentingnya pelestarian dan pengembangan warisan sejarah, bahasa, serta budaya Islam Nusantara di tengah perkembangan globalisasi.
Seminar nasional tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Prof. Dr. H. Sulasman, M.Hum. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Achmad Maftuh Sujana, M.Ag. dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, serta Hatta Raharja, M.A. dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Pemilihan tema seminar dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga kesinambungan warisan peradaban Islam Nusantara sebagai bagian dari identitas dan kekayaan intelektual bangsa. Sejarah, bahasa, dan budaya merupakan tiga unsur yang saling berkaitan dalam membentuk karakter masyarakat, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mengembangkan pemahaman terhadap perjalanan peradaban Islam di Indonesia.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi, kajian sejarah, bahasa, dan budaya menghadapi tantangan sekaligus peluang baru. Transformasi digital membuka ruang yang lebih luas bagi dokumentasi, penelitian, dan penyebarluasan pengetahuan mengenai warisan peradaban Islam Nusantara kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, kedua fakultas berupaya menghadirkan forum akademik yang dapat memperluas wawasan, memperkuat tradisi keilmuan, serta mendorong pengembangan penelitian dan kajian interdisipliner dalam bidang adab dan humaniora.
Seminar ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Pelestarian warisan peradaban tidak hanya berkaitan dengan upaya mempertahankan peninggalan masa lalu, tetapi juga mencakup pengembangan pengetahuan, penguatan literasi budaya, dan pemanfaatan teknologi sebagai media edukasi.
Selain sebagai forum ilmiah, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi kelembagaan antara Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas peluang penyelenggaraan kegiatan akademik bersama, pengembangan penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta peningkatan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Penyelenggaraan seminar nasional ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam menjaga kesinambungan tradisi intelektual dan kebudayaan Islam Nusantara. Melalui penguatan jejaring akademik, kedua fakultas diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan keilmuan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan mengusung tema “Merawat Warisan, Membangun Peradaban: Revitalisasi Sejarah, Bahasa, dan Budaya Islam Nusantara di Era Global”, seminar nasional ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam merawat kekayaan peradaban Islam Nusantara sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan inovasi akademik yang relevan dengan tantangan zaman.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bersama Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus mendorong terbangunnya sinergi akademik yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian budaya, serta kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.



Saat ini belum ada komentar